Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

REVIEW BUKU : Diary Anak Magang

6:05:00 PM 22
"Harusnya aku yang baca duluan," Bentak Mbah Alam kepada majikannya.
"Gak boleh.. kan gue yang menang, wleeee," Gue bales.
"Tapi kan.." Si Mbah memasang wajah melas yang malah lebih mirip upil kecoa, "Aku hamil.."
"Yah.. yaaah.. kumat lagi deh. Iyadeh, nih nih!" Gue mengalah lalu mengasih buku DAMnya ke Mbah, "Tapi jangan lama - lama ya, gue mau review dulu di blog"
"Oke, siap mbah dukun!" Si mbah hormat.
"Lah, kan elu yang mbah dukun (?)" "...."

*kemudianberojol*

Iya kemarin gue sempat ikut GA nya mas Adittya Regas bersama Raditeens Publisher yang berhadiahkan sebuah buku. Tentu saja buku yang ditulis langsung oleh Adittya Regas. 


"Diary Anak Magang"
Judul : "Diary Anak Magang"
Tebal : Viii + 315 Hal
Penulis : Adittya Regas
Harga : Rp 49.000,-
Penerbit : Raditeens Publisher, Yogyakarta
ISBN : 978-602-1371-76-3

GA nya sangat simpel sih sebenarnya, yaitu membuat 1 twit yang berisikan tanggapan kita setelah melihat video yang sudah Raditeens upload di YouTube. Ini videonya.


Dan ini twit gue.

Mbah alam habis mandi wajib

Kabar gembiranya, gue lah yang jadi pemenang GA tersebut. Horeeee....!!

*hening*



Mandi wajib Mbah alam ternyata membawa berkah. Tepat seminggu setelah gue dinyatakan menang, akhirnya buku tersebut jatuh ketangan gue. Huahahahaha. Akan ku rebut warisannya~.


Menurut gue, buku Diary Anak Magang ini menceritakan kehidupan seseorang yang berstatus jomblo akut, pada saat dia menjalani masa mutlaknya sebagai seorang siswa SMK. Yaps. “MAGANG”. Masa dimana kalian anak SMA pasti tidak akan merasakannya.

Kasian deh lo. *ngacungin jari telunjuk, turunin kebawah dengan sedikit goyangan* eaaaa.


Tapi tunggu dulu sodara – sodara.  Nggak semua hal yang berbau magang itu menyenangkan ataupun mengasyikan.  Kadang magang itu adalah sesuatu yang menjadi neraka buat kita-kita anak magang. Entah itu karena tempat magangnya yang horror, atau bos nya yang galak, atau bisa juga karena sering cepirit kalo mau ke tempat magang. Nah semua itu terangkum jelas di Buku Diary Anak Magang ini.

Tapi pada keseluruhannya sih buku ini tidak hanya mencakup cerita tentang kisah magang si Adit, namun cerita tentang percintaan sang penulis pun juga terangkum disini. Penasaran kan ? Makanya beli dong bukunya. (Eaaa dit gue promosiin nih, ceban kali ah)

Untuk lebih jelasnya nih gue copasin sinopsis dari blog adittyaregas.com. Buka yaah.

Sinopsis:
Diary Anak Magang adalah sebuah cerita tentang seorang anak SMK yang rentan galau, bernama, Adit. Sebagai siswa SMK, Adit harus menjalani sebuah proses wajib yaitu, magang. Adit magang di sebuah perusahaan percetakan spanduk di tanah kelahirnya Banjarmasin. Setelah dua minggu menjalani proses magang, semuanya berjalan dengan lancar, sampai pada suatu hari Adit membuat sebuah masalah.

Spanduk yang harusnya dia desain bertulisan “Jasa Penitipan Anak” ternyata malah ditulis “Jasa Pembuatan Anak”. Ini membuat kakak pembimbing di tempat magang jadi marah besar, dan Adit sangat malu. Kesalah pertama di tempat magang disebabkan oleh pemasalahan dengan Dia (mantan pacar), yang membuat Adit jadi tidak konsen bekerja. Pada suatu hari, Adit diminta Bos untuk magang di salah satu percetakan cabang di Banjarbaru. Disana dia tidak sendiri, tapi bersama Azi-teman satu sekolah di SMP dan SMK- yang diam-diam masih menyukai sahabat kecilnya. Di tempat magang yang baru itu, Adit berharap bisa sibuk dengan aktifitasnya sebagai siswa magang dan bisa tidak memikirkan Dia, yang sudah menghancurkan pekerjaannya dan memilih dengan cowok lain.

Tapi sayanganya, perpindahan magang justru membuat Adit menderita dan mengalami hari-hari buruk di tempat magang. Mulai dari digrepe bencong, ketemu homo, perlakuan bos baru yang tidak nyaman, sampai Adit harus kehilangan HP-nya. Dan bukan hanya itu, perpindahan magang justru membuat Adit mengingat masa lalunya lagi.

Karena merasa tidak nyaman dengan keadaan tempat magang dan tidak bisa melupakan Dia. Adit, akhirnya memutuskan untuk kembali pindah ke tempat magang yang baru, mencari tempat magang yang nyaman dan mencari persinggahan hati yang nyaman juga.

Apakah perpindahan tempat magang yang baru kali ini akan membuat Adit nyaman atau justru malah makin menderita? Dan akankah Adit bisa move on dari sosok mantan pacar yang sudah menghantuinya hampir dua tahun?
Karena  buku ini terdiri dari 18 bab, 315 halaman. Ya kali gue bakal nge-review semua halaman nya -__-. Gue bakal nge-review sebagian nya aja deh ya. Sebagian kecil. Keciiil beut.

Review Singkat:
Seragam Ungu dan Masa Lalu

Dalam bab pertama ini, Adit menceritakan tentang status nya sebagai siswa yang beralih menjadi mahasiswa. Berawal dari membereskan kamar nya yang sumpek dan bau, tiba-tiba Adit menemukan sesuatu yang meluncur dari buku yang sedang dibereskannya itu. Ternyata foto dia bersama teman-temannya sewaktu SMK. Adit pun seketika mengingat masa-masa sekolah dulu. Adit adalah mantan anak SMK di salah satu sekolah di kota Banjarmasin. Dia masuk dijurusan multimedia. Dengan kacamata dan rambut berponi dengan bagian tengah yang jabrik, Adit juga dikenal sebagai seorang pelajar yang culun dan tidak mempunyai teman waktu kelas satu. Kasian. Tidak lama setelah Adit memandangi foto tersebut, tiba-tiba hp Adit berbunyi, ada SMS masuk.

From: Mia Dit, jadikan keacara kawinan kak Aisah ?

Ternyata Adit sedang ada janjian dengan teman magangnya dulu untuk menghadiri pernikahan kak Aisah. Adit meng-iyakan dan segera mandi. Beberapa menit setelah membalas sms dari Mia, nyokap Adit muncul dari balik pintu.

“Adit, baju ini perlu dikasih ke Rama juga ? Kan kalian beda jurusan.” Melihat baju yang dibawa nyokap, Adit mendadak teringat sesuatu lagi. Sesuatu yang berhubungan dengan sms Mia yang sempat memanggilnya Adittyawati. Terbesit satu kata dikepala Adit. ‘MAGANG’.

Disinilah awal mulanya Adit mengingat masa magangnya yang suram. Mulai dari kejadian horor pas dipindahkan magang ke luar kota, di grepe bencong ruko sebelah, handphone nya hilang, sampai kesalahan nya sebelum dipindahkan tempat magang. Yaitu salah tulis saat disuruh mendesain spanduk, yang seharusnya bertuliskan “Jasa Penitipan Anak” eh si Adit malah nulis “Jasa Pembuatan Anak”. Kampret bener memang. Gue sampai cepirit dibagian ini.

Tempat Baru dan Perjuangan

Si Adit akhirnya mendapatkan tempat magang baru setelah genap 1 bulan ia magang di digital printing. Kini dia magang di Studio Photo Wedding. Dia juga meninggalkan teman magangnya selama di luar kota, Azi. Lalu kemudian bertemu dengan teman magang yang baru. Yaitu Rio, Cahyo, Ida, Rizkia, Ini, dan Mia. Adit berfikir akan merasa nyaman dan asik magang di tempat yang baru ini, namun Tuhan berkehendak lain. Adit fix menjadi babu, tukang disuruh suruh oleh bos dan sang istri yang kebetulan adalah anak dari sepupu nyokap nya Adit. Nasib sama jodoh beda tipis.

Namun dengan suasana seperti ini Adit merasa lega, setidaknya tempat ini tidak sehoror tempat magangnya kemarin. Adit berharap semoga tempat yang baru ini bisa membuat dia move on dari si ‘Dia’. Adik kelas sekaligus mantan pacarnya sewaktu smp.

Di tempat magang yang baru ini, Adit bertemu dengan teman magang yang asik walaupun kuping dia hampir tuli karena sering ribut dengan si Ida, juga suara alunan lagu KPop yang berdendang setiap harinya. Ya. Teman magang Adit yang cewe-cewe ternyata penyembah Kpop.

Dalam bab ini juga gue sempat angguk-angguk ketika membaca tulisan Adit yang menurut gue keren.

“Bagi gue magang adalah salah satu ujian hidup anak SMK, dimana lo bakalan dikasih dua pilihan : Bertahan lalu menderita, atau berhenti lalu menangis. Soalnya gak dapet sertifikat. Intinya magang itu menguji mental dan nyali kalian. Ujian teberat melebihi uji nyali di TV.”

Sandal yang Tertukar

Dalam bab ini ada percakapan yang menggunakan bahasa daerah Banjarmasin. Bahasa Banjar. Unik men, jarang gue nemu buku yang ada bahasa Banjar nya. Haha. Sesuai dengan judul ‘Sandal yang Tertukar’. Adit menceritakan tentang pengalaman nya saat melaksanakan sholat jum’at bersama teman magangnya, Rio dan Cahyo.

Sebelum menuju masjid. Adit, Rio, dan Cahyo mampir dulu ke kosannya Rio dan Cahyo untuk mengganti baju. Berhubung Adit tidak membawa sandal, akhirnya si Rio meminjamkan sandal satunya kepada Adit. Lalu kemudian beranjak pergi ke masjid yang jaraknya tidak jauh dari kosan mereka.

Singkat cerita setelah selesai sholat jum’at, Adit mengajak Rio dan Cahyo untuk makan, namun Cahyo menolak. Alhasil mereka berdua saja yang makan. Sesampai di tempat makan yang jaraknya tidak jauh juga dari kosan. Kemudian mereka duduk tepat bersebelahan dengan 2 orang preman.

Terdengarlah percakapan antara 2 orang preman tadi.

P1 : “Sial banget gue, loy!”
P2 : “Kenapa lagi, bro?”
P1 : “ Sudah ketiga kalinya sandal gue hilang! Masa sandal gue yang udah karatan diembat juga”
P2 : “Dimana hilangnya?”
P1 : “Di Masjid tadi, waktu kita sholat” (preman syariah)
P2 : “Udah tenang aja, ntar kalau kita nemu orang yang pakai sandal lo, kita bikin mukanya kayak sandal”

Tidak lama setelah mendengar percakapan preman tadi. Tiba-tiba HP Rio berbunyi, ada telpon masuk. Ternyata telpon dari Cahyo. Dia tanya soal sandal. Katanya sandal hancur siapa yang ukurannya besar banget di kosan kamar. Seketika Adit menelan ludah, lalu kemudian pelan-pelan mengintip sandal yang dipakai sama preman tadi. Dan yaps. Sandal yang dipakai preman itu bertuliskan nama jelas, RIO.

Derita Anak Magang

Dalam bab ini, Adit menceritakan tentang hari terakhir dia magang. Ruangan yang biasanya ribut kini terasa sepi tanpa teman magangnya yang keluar lebih dulu. Dalam bab ini juga Adit mengakui sangat kehilangan Ida, wanita aneh yang selalu ribut dengannya tiap kali bertemu. Wanita aneh itu juga yang akhirnya bisa membuat Adit melupakan si ‘Dia’. Namun, apalah arti move on tanpa hubungan yang tak pasti. Adit belum berani mengungkapkan isi hatinya kepada Ida.

Hingga pada akhirnya Adit memberanikan diri untuk segera mengungkapkan isi hatinya kepada Ida. Tapi yang Adit terima malah petanyaan balik dari si Ida. “Kenapa ?”. Antara butuh penjelasan atau emang nolak. Adit pun dihantui kebingungan seiring dengan ditutupnya telpon oleh Ida karena suatu alasan.

Hidup itu memang sebuah panggung sandiwara, tapi kadang ceritanya tak seindah ending drama Korea, yang berakhir dengan pelukan dan ciuman hangat.

Ya kira-kira begitulah review singkatnya. Kalau mau yang lebih jelas dan komplit, silahkan beli di pom bensin terdekat. Nggak lah, tinggal cari info aja kesini. INI.

Karena gue juga mantan anak SMK yang pernah menjalani masa-masa "Magang". Setelah membaca buku DAM ini sampai habis, gue jadi keinget masa-masa magang gue dulu.



Magang pertama waktu itu pas masih kelas dua semester 2. Gue magang di salah satu Digital Printing di kota gue selama 3 bulan. Dilanjutkan dengan magang kedua. Gue sempet bingung waktu itu soalnya gue bakalan mengikuti lomba LKS Nasional di Jakarta saat bulan ke 3 waktu magang. Otomatis gue harus mendapatkan tempat magang yang sesuai dengan bidang lomba. Akhirnya gue direkomendasiin sama pembimbing gue (Ibu Kiki) untuk magang diluar kota. Tepatnya di Surabaya. Gue nggak mau sendirian, lalu gue ajaklah sahabat gue, Bimo. Yang sebagian cerita magang kami disana, ada diblog dia. Disini.

Landing at Juanda Airport

Cerita saat kami pertama kali masuk ke pesawat, bertemu alim ulama di bandara, mencari tempat kosan sampai-sampai si Bimo lelah karena pada saat itu puasa Ramadhan. Saat itu juga gue pertamakali ngerasain yang namanya LDR-an. Namun hati sempat sedikit kecewa karena gue nggak jadi magang ditempat yang sudah sekolah dan gue setujui. Karena jarak tempat magang gue dan kosan itu jauh banget. Alhasil gue magang ditempat yang sama dengan Bimo.

Tentunya tempat magang kami ini berbeda genre, beda banget. Perasaan dilema gue pun mulai bergejolak. Ah.. susah untuk dijelasin, men. Rasanya pengin cepat pulang. Gue nggak mau akhirnya ngecewain sekolah dan keluarga, apalagi sahabat gue, Bimo. Tapi mau gimana lagi, gue punya beban waktu itu. Hingga tidak genap sebulan gue memutuskan untuk cabut dari sana, kembali ke kota gue Banjarmasin. Bimo pun juga balik karena dia gak mau sendirian disana. Banyak kisah yang sudah kita lalui disana berdua. Ini kenapa kesannya gue homo-an banget sama Bimo ya -_-.

Berhubung kisi-kisi lomba juga sudah ada di sekolah, gue akhirnya magang ditempat kursus salah satu guru animasi gue. Kisi kisi ada ditangan gue, gue bakar terus gue minum abunya. Gue memang cerdas.

Sebenarnya masih banyak lagi kelanjutan cerita nya. Gimana perjuangan gue mengikuti lomba tanpa pembimbing, dikarenakan pembimbing gue pendarahan pas lagi di bis. Dan kejadian-kejadian absurd gue bareng kontingen Kal-Sel saat di Jakarta. Cuman karena postingan ini niatnya untuk Review buku "Diary Anak Magang" ya udah segitu aja deh ceritanya.



"Mbah, udah belum bacanya ?" Gue melihat kearah mbah yang lagi gelantungan diatas plafon sambil cengengesan.
"Aku belum selesai bacanya, mas," Terdengar suara kecil dari mulut si Mbah, "mnmnmnnnbbbnsdasdjasnmsdsbdajsj"
"Ini anak baca buku apa baca mantra," Gue akhirnya membegal si Mbah, dan merebut bukunya.

 

MANGAP STORY

4:11:00 PM 37
Sudah 1/5 tahun lebih aku tidak merasakan dinginnya malam.
Dihentakkan oleh alunan musik setan.
Dijatuhi ribuan rintik air saat awan sedang menangis dikegelapan.
Sembari melepas jenak melupakan kejadian semalam.
Huh.. ternyata susah juga ya membuat pantun.

Sebuah Pencapaian

5:05:00 PM 33
Hallo 2015. Nggak kerasa udah 2015 aja, perasaan kemaren masih 1875 deh.

. . .

Oke kali ini gue mau ngomongin soal pencapaian gue di tahun lalu. *kalem *gakpenting
Setiap manusia pasti memiliki pencapaian setiap tahun dalam hidup nya. Entah itu bisa berupa harapan yang tercapai berkat kerja keras. Atau berupa pacar yang didapat tapi sama - sama keras.*mikirkeras*.

Masuk Jamban !

1:56:00 PM 26
Kurasakan hangatnya mentari pagi ini

Sinarmu menyilaukan ku dari alam mimpi

Membuat ku terbangun

Untuk siap menjalani hari ini

. . .

Terdengar suara kicauan burung bernyanyi

Ayam tetangga pun juga ikut bernyanyi

Tapi ...

Lebih enakan suara burung kalau bernyanyi

. . .

Seandainya suara ku bagus seperti afgan

Pasti aku pun akan ikut bernyanyi dengan elegan

Tapi nyatanya tak sama dengan harapan

Suara ku hanya sebanding dengan morgan (morganisa)

. . . 

Lupakan soal nyanyian

Aku pengen ke Jamban

Surat Cinta Untuk Morganisa
(bukan puisi ataupun pantun)
Karya Mbah Alam

 


3 Hari yang lalu tepatnya, Gue baru aja di Approved masuk ke salah satu forum blogger yang keren !. Yap.. jambanblogger.com. Bukan Tra*veloka.com loh ya. Ngomong - ngomong Gue suka ngikutin suaranya.

Jadi sebelum Gue memutuskan untuk masuk ke forum ini. Awalnya Gue males. Tapi setelah Naruto tamat lalu sang Pendekar Biru menyelamatkan Patrik dari kekejaman musuh Ultramen.. *versirapgod*, Gue akhirnya dapat pencerahan. Gue sadar kalau pengunjung blog Gue lagi pada tobat baca blog Gue (bilang aja emang nggak ada yang baca). Akhirnya Gue putuskan buat aktif lagi nge-blog. Sampai sekitar beberapa postingan Gue buat dan tanpa pikir panjang langsung Sign Up ke Jamban. Terus ngeden.


Gue tunggu hampir beberapa minggu. Ternyata masih belum ada email konfirmasi yang Gue terima. Hmm yasudah lah. Mungkin Gue emang nggak dibolehin masuk ke Jamban. Tapi .. Gue penasaran, akhirnya Gue langsung aja ke TKP. Eh ternyata Jamban nya lagi diperbaiki (Under Construction) katanya. #Bruhh

Alhasil Gue abaikan soal forum - forum. Gue kembali nge-blog lagi, mulai posting - posting lagi tentang Tutorial dan Pengalaman Gue semenjak berak break nge-blog. Ahh rasanya asik juga bisa sharing - sharing lagi. Blogwalking ke blog sebelah Gue mencoba pede buat beri komentar, eh ternyata pengunjung blog Gue jadi lumayan bertambah. Gue pun semakin semangat buat kembali nge-blog. Karena blog sebelah kece kece, Gue juga pengen dong. Supaya suasananya baru juga kan, akhirnya gue memilih buat memakai template download'an. Dan taraa.. lumayan lah tampilannya buat blogger pemula kayak Gue :D Ngoahhaa.

Singkat cerita~.

Gue iseng - iseng maen ke JambanBlogger lagi. Wah ternyata web nya sudah diperbaiki. Langsung aja Gue cek email, dannnn .. Yaasss!! Gue di Approved. Gak tau alesan kenapa bisa di Approved, atau jangan - jangan mimin nya kasihan sama Gue.

Yowes ini artinya Gue udah punya tempat buat tanya - tanya soal dunia percintaan per-Blog-an. Sip Oke !. Terus pas waktu Log in Gue tercengang. Tepat dibawah Forum Category, sesuatu yang membuat Gue sontak meneteskan air mata *lebay. Jadi ada tulisan "Kenalan (Baru daftar, Wajib)" waduuh disuruh kenalan. Sebagai seorang dukun blogger pemula, Gue cukup malu buat ngenalin diri. Komenin blog orang aja masih pikir - pikir dua kali. Tapi karna ini wajib ya okelaah. Akhirnya gue ngenalin diri Gue kemaren dan yakk dikomen sama member - member disana. Rata - rata sih yang komen member - member baru tapi Gue seneng udah ada yang peduli :'). Huuu uek.

Nah Gue otak atik deh akun Gue. Gue pasang foto Gue yang gantengan banget dikit biar keren. Tapi pas gue nggak sengaja nyasar ke halaman Rule Jamban Blogger. Gue baca terus Gue bingung sama point ke 8.



Blog Tutorial dilarang masuk ?!. Nah bingung dah tuh -_- rata - rata postingan blog Gue  kan tentang Tutorial. Paling banter malahan. Apa mungkin emang miminnya serius kasihan sama Gue ?. Atau jangan - jangan miminnya nge-approved Gue pas lagi p*up ?. Jadinya kan nggak konsen tuh. Huusss otopiloh jangan suujon mbah !! -_-. Ah bodoamat lah yang penting blog Gue udah keren, udah ada widget jambannya ngoahaha.

Oiya di Jamban juga gue dapet kenalan - kenalan baru yang unik dan kocak. Tentunya dengan bermacam macam hobi juga. Ada yang suka traveling, suka nulis (yaiyalah), suka makan, suka selingkuh, suka ngurusin hidup orang ( nah yang ini jangan dicontoh, kan kasian sama yang udah cungkring duluan ). Tapi, Gue belum nemuin yang hobinya suka nyantetin orang. Itu artinya I'm the first one (: *senyumunyu*.

Gue juga sedikit suka sama slogan nya Jamban. Slogan atau apaan lah tau.

"Gimanapun bentuk tulisannya. Disini ngumpulinnya"
 

Ehmm Gue mecoba menalar apa arti dari tulisan ini. Jadi maksudnya.. "Gimanapun Bentuk Tulisannya Disini Ngumpulinnya" = "Gimanapun Bentuk "P*up" nya di Jamban Ngumpulinnya". Bener gak ?. Entah Gue yang mikir jorok atau apa namun nalar Gue ini memang cukup masuk akal. Akal sakit. Maaf ya min maaf banget. Piss *ngibarinbenderaSlank*.

Dah ah.. ntar Gue malah dihujat lagi sama miminnya Jamban.
*failending*

Piss Cheers !




Cerita Mbah Alam #2

8:14:00 PM 4
"Rizqiiiiiiii BANGOOONNN udah jam 10 nih.." terdengar suara misterius dari balik pintu...
(padahal masih jam 7)


 suara emak gue!..


"Bentar maaak" jawab gue




"Hari ini kan kamu pengumuman lomba, CEPET BANGUN NTAR TELAAT" Suara emak gue semakin lantang




"Bentar maak, lagi tanggung nih"  gue bales




"Cepetan ki kalo nggak mama dobrak nih pintunya!" emak marah








"Gimana mau bangun ma, orang iki lagi BAB ?!"



*seketika hening*

Tepat keesokan harinya setelah gue selesai lomba, gue sangat bersemangat karena hari yang ditunggu - tunggu sudah tiba.. pengumuman Lomba Kompetensi Siswa LKS Provinsi.

Gue menatap ke langit - langit kamar mandi, sambil ngebayangin kalo gue menang nanti, gue bakalan angkat piala terus sembur - semburin air .. kayak di motor jipi gitu haha ..

Tapi bedanya mungkin gue sembur - semburin air sesajen.


*ceritanya udah siap siap*

"Maaa do'ain yaaak"

"Iya nak amiinn... eh kok kamu ga pake baju seragam sekolah ?" Jawab emak gue

"Ng... anu ma.. buat antisipasi aja kalo ga menang, biar dikira tamu undangan :| hehe" Gue bales

"Loh kok kamu gitu.. optimis aja ki, segala sesuatu sudah diatur oleh Allah.. Apapun keputusannya itu yang terbaik buat kamu.. bla bla bla.." Emak gue udah kaya pembawa acara Kultum

"Iya iyaaa.. rizqi pergi dulu ya Assalamu'alaikum.." Gue cabut

"Wa'alaikumsalam.."

"Ehh mak maaak..." Gue balik lagi

"Apalagi ..?" Jawab emak gue

"Sangu .." *ekspresi kasian

"Yaelah.. nih.. " *nyodorintangan* "Sangunya salim aja yaa.." Emak gue nyengir

"Iya dehh..  " Dengan muka manyun gue langsung cus ke sebuah gedung dimana acara akan dimulai.. lagi lagi gue lupa nama gedungnya -_-

Seettt... Akhirnya sampe di tujuan, ternyata masih sepi. Gue duduk dipojokan sambil mainin hp, kali aja ada sms gitu dari temen yang ngedoa'in.. ( bukan ngegoda'in yaaa.. beda! ).

10 menit berselang, gedung yang tadinya sepi kini semakin ramai dipenuhi oleh makhluk - makhluk penasaran. Gue tengok ke kanan .. terus tengok ke kiri ..



Somplakk.. gue lupa kalo gue duduk dipojokan -__-


Kebanyakan dari mereka menggunakan baju seragam sekolah. Gue cuma pake kaos polo terus celana jeans.
Gapapa lah beda baju, yang penting itu hasil lomba nya. Lagian gue juga masih unyu.. pfftt~

- - - - - - - - - - - - - - - - -

Acaranya pun dimulai, sambutan demi sambutan sudah dibacakan, dan kini saat nya penentuan hasil lomba. Gue gugup setengah mati, jantung gue berdebar - debar, ketiak guee basah.. arghh gue gak sabar.


"Juara 3 untuk kategori Grapik Desain Teknoloji dimenangkan oleh .... SMK ... (berapa yak, gue lupa) Martapura !" sang emsi mengumumkan.


"UUuuuuuwooo !!! prok prok prok" Terdengar suara para peserta heboh.. suasana gedung pun semakin ramai.


"Juara 2 dimenangkan oleh .... SMK Negeri 1 Banjarmasin !!" Si emsi udah kaya ngumumin ibu - ibu pkk buat arisan di mesjid.


"Seett dah tipis banget.." dalam hati gue, gue udah pasrah.. ga yakin bisa menang.


"Dann Juara Pertama.. dimenangkan oleh SMK.... *heningsejenak*


SMK...


SMK..




SMK..

Diberniagain aja.." *si emsi malah nge'rap -_-






"SMK Negeri 2 Banjarmasin ... !!!!"


Oalah !! :'D seketika gue langsung lompat kegirangan. Mimpi gue akhirnya terwujud !
Mungkin, sangu yang dikasih mamah tadi menjadi doa yang sangat manjur, terbukti.. Gue akhirnya bisa mewakili provinsi gue ke tingkat Nasional :D oowyeah..


Perjuangan yang gak sia - sia, akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Jekardahhh !!! I'm Coming

Bersambung...


Baca sebelumnya :
Cerita Mbah Alam #1