"Harusnya aku yang baca duluan," Bentak Mbah Alam kepada majikannya.
"Gak boleh.. kan gue yang menang, wleeee," Gue bales.
"Tapi kan.." Si Mbah memasang wajah melas yang malah lebih mirip upil kecoa, "Aku hamil.."
"Yah.. yaaah.. kumat lagi deh. Iyadeh, nih nih!" Gue mengalah lalu mengasih buku DAMnya ke Mbah, "Tapi jangan lama - lama ya, gue mau review dulu di blog"
"Oke, siap mbah dukun!" Si mbah hormat.
"Lah, kan elu yang mbah dukun (?)" "...."
*kemudianberojol*
Iya kemarin gue sempat ikut GA nya mas Adittya Regas bersama Raditeens Publisher yang berhadiahkan sebuah buku. Tentu saja buku yang ditulis langsung oleh Adittya Regas.
GA nya sangat simpel sih sebenarnya, yaitu membuat 1 twit yang berisikan tanggapan kita setelah melihat video yang sudah Raditeens upload di YouTube. Ini videonya.
Dan ini twit gue.
Kabar gembiranya, gue lah yang jadi pemenang GA tersebut. Horeeee....!!
*hening*
Mandi wajib Mbah alam ternyata membawa berkah. Tepat seminggu setelah gue dinyatakan menang, akhirnya buku tersebut jatuh ketangan gue. Huahahahaha. Akan ku rebut warisannya~.
Menurut gue, buku Diary Anak Magang ini menceritakan kehidupan seseorang yang berstatus jomblo akut, pada saat dia menjalani masa mutlaknya sebagai seorang siswa SMK. Yaps. “MAGANG”. Masa dimana kalian anak SMA pasti tidak akan merasakannya.
Kasian deh lo. *ngacungin jari telunjuk, turunin kebawah dengan sedikit goyangan* eaaaa.
Tapi tunggu dulu sodara – sodara. Nggak semua hal yang berbau magang itu menyenangkan ataupun mengasyikan. Kadang magang itu adalah sesuatu yang menjadi neraka buat kita-kita anak magang. Entah itu karena tempat magangnya yang horror, atau bos nya yang galak, atau bisa juga karena sering cepirit kalo mau ke tempat magang. Nah semua itu terangkum jelas di Buku Diary Anak Magang ini.
Tapi pada keseluruhannya sih buku ini tidak hanya mencakup cerita tentang kisah magang si Adit, namun cerita tentang percintaan sang penulis pun juga terangkum disini. Penasaran kan ? Makanya beli dong bukunya. (Eaaa dit gue promosiin nih, ceban kali ah)
Untuk lebih jelasnya nih gue copasin sinopsis dari blog adittyaregas.com. Buka yaah.
Karena buku ini terdiri dari 18 bab, 315 halaman. Ya kali gue bakal nge-review semua halaman nya -__-. Gue bakal nge-review sebagian nya aja deh ya. Sebagian kecil. Keciiil beut.
Ya kira-kira begitulah review singkatnya. Kalau mau yang lebih jelas dan komplit, silahkan beli di pom bensin terdekat. Nggak lah, tinggal cari info aja kesini. INI.
Karena gue juga mantan anak SMK yang pernah menjalani masa-masa "Magang". Setelah membaca buku DAM ini sampai habis, gue jadi keinget masa-masa magang gue dulu.
Magang pertama waktu itu pas masih kelas dua semester 2. Gue magang di salah satu Digital Printing di kota gue selama 3 bulan. Dilanjutkan dengan magang kedua. Gue sempet bingung waktu itu soalnya gue bakalan mengikuti lomba LKS Nasional di Jakarta saat bulan ke 3 waktu magang. Otomatis gue harus mendapatkan tempat magang yang sesuai dengan bidang lomba. Akhirnya gue direkomendasiin sama pembimbing gue (Ibu Kiki) untuk magang diluar kota. Tepatnya di Surabaya. Gue nggak mau sendirian, lalu gue ajaklah sahabat gue, Bimo. Yang sebagian cerita magang kami disana, ada diblog dia. Disini.
Cerita saat kami pertama kali masuk ke pesawat, bertemu alim ulama di bandara, mencari tempat kosan sampai-sampai si Bimo lelah karena pada saat itu puasa Ramadhan. Saat itu juga gue pertamakali ngerasain yang namanya LDR-an. Namun hati sempat sedikit kecewa karena gue nggak jadi magang ditempat yang sudah sekolah dan gue setujui. Karena jarak tempat magang gue dan kosan itu jauh banget. Alhasil gue magang ditempat yang sama dengan Bimo.
Tentunya tempat magang kami ini berbeda genre, beda banget. Perasaan dilema gue pun mulai bergejolak. Ah.. susah untuk dijelasin, men. Rasanya pengin cepat pulang. Gue nggak mau akhirnya ngecewain sekolah dan keluarga, apalagi sahabat gue, Bimo. Tapi mau gimana lagi, gue punya beban waktu itu. Hingga tidak genap sebulan gue memutuskan untuk cabut dari sana, kembali ke kota gue Banjarmasin. Bimo pun juga balik karena dia gak mau sendirian disana. Banyak kisah yang sudah kita lalui disana berdua. Ini kenapa kesannya gue homo-an banget sama Bimo ya -_-.
Berhubung kisi-kisi lomba juga sudah ada di sekolah, gue akhirnya magang ditempat kursus salah satu guru animasi gue. Kisi kisi ada ditangan gue, gue bakar terus gue minum abunya. Gue memang cerdas.
Sebenarnya masih banyak lagi kelanjutan cerita nya. Gimana perjuangan gue mengikuti lomba tanpa pembimbing, dikarenakan pembimbing gue pendarahan pas lagi di bis. Dan kejadian-kejadian absurd gue bareng kontingen Kal-Sel saat di Jakarta. Cuman karena postingan ini niatnya untuk Review buku "Diary Anak Magang" ya udah segitu aja deh ceritanya.
"Mbah, udah belum bacanya ?" Gue melihat kearah mbah yang lagi gelantungan diatas plafon sambil cengengesan.
"Aku belum selesai bacanya, mas," Terdengar suara kecil dari mulut si Mbah, "mnmnmnnnbbbnsdasdjasnmsdsbdajsj"
"Ini anak baca buku apa baca mantra," Gue akhirnya membegal si Mbah, dan merebut bukunya.
"Gak boleh.. kan gue yang menang, wleeee," Gue bales.
"Tapi kan.." Si Mbah memasang wajah melas yang malah lebih mirip upil kecoa, "Aku hamil.."
"Yah.. yaaah.. kumat lagi deh. Iyadeh, nih nih!" Gue mengalah lalu mengasih buku DAMnya ke Mbah, "Tapi jangan lama - lama ya, gue mau review dulu di blog"
"Oke, siap mbah dukun!" Si mbah hormat.
"Lah, kan elu yang mbah dukun (?)" "...."
*kemudianberojol*
Iya kemarin gue sempat ikut GA nya mas Adittya Regas bersama Raditeens Publisher yang berhadiahkan sebuah buku. Tentu saja buku yang ditulis langsung oleh Adittya Regas.
"Diary Anak Magang"

Judul : "Diary Anak Magang"
Tebal : Viii + 315 Hal
Penulis : Adittya Regas
Harga : Rp 49.000,-
Penerbit : Raditeens Publisher, Yogyakarta
ISBN : 978-602-1371-76-3
GA nya sangat simpel sih sebenarnya, yaitu membuat 1 twit yang berisikan tanggapan kita setelah melihat video yang sudah Raditeens upload di YouTube. Ini videonya.
Dan ini twit gue.
![]() |
| Mbah alam habis mandi wajib |
Kabar gembiranya, gue lah yang jadi pemenang GA tersebut. Horeeee....!!
*hening*

Mandi wajib Mbah alam ternyata membawa berkah. Tepat seminggu setelah gue dinyatakan menang, akhirnya buku tersebut jatuh ketangan gue. Huahahahaha. Akan ku rebut warisannya~.


Menurut gue, buku Diary Anak Magang ini menceritakan kehidupan seseorang yang berstatus jomblo akut, pada saat dia menjalani masa mutlaknya sebagai seorang siswa SMK. Yaps. “MAGANG”. Masa dimana kalian anak SMA pasti tidak akan merasakannya.
Kasian deh lo. *ngacungin jari telunjuk, turunin kebawah dengan sedikit goyangan* eaaaa.

Tapi tunggu dulu sodara – sodara. Nggak semua hal yang berbau magang itu menyenangkan ataupun mengasyikan. Kadang magang itu adalah sesuatu yang menjadi neraka buat kita-kita anak magang. Entah itu karena tempat magangnya yang horror, atau bos nya yang galak, atau bisa juga karena sering cepirit kalo mau ke tempat magang. Nah semua itu terangkum jelas di Buku Diary Anak Magang ini.
Tapi pada keseluruhannya sih buku ini tidak hanya mencakup cerita tentang kisah magang si Adit, namun cerita tentang percintaan sang penulis pun juga terangkum disini. Penasaran kan ? Makanya beli dong bukunya. (Eaaa dit gue promosiin nih, ceban kali ah)
Untuk lebih jelasnya nih gue copasin sinopsis dari blog adittyaregas.com. Buka yaah.
Sinopsis:
Review Singkat:
Karena gue juga mantan anak SMK yang pernah menjalani masa-masa "Magang". Setelah membaca buku DAM ini sampai habis, gue jadi keinget masa-masa magang gue dulu.

Magang pertama waktu itu pas masih kelas dua semester 2. Gue magang di salah satu Digital Printing di kota gue selama 3 bulan. Dilanjutkan dengan magang kedua. Gue sempet bingung waktu itu soalnya gue bakalan mengikuti lomba LKS Nasional di Jakarta saat bulan ke 3 waktu magang. Otomatis gue harus mendapatkan tempat magang yang sesuai dengan bidang lomba. Akhirnya gue direkomendasiin sama pembimbing gue (Ibu Kiki) untuk magang diluar kota. Tepatnya di Surabaya. Gue nggak mau sendirian, lalu gue ajaklah sahabat gue, Bimo. Yang sebagian cerita magang kami disana, ada diblog dia. Disini.
![]() |
| Landing at Juanda Airport |
Cerita saat kami pertama kali masuk ke pesawat, bertemu alim ulama di bandara, mencari tempat kosan sampai-sampai si Bimo lelah karena pada saat itu puasa Ramadhan. Saat itu juga gue pertamakali ngerasain yang namanya LDR-an. Namun hati sempat sedikit kecewa karena gue nggak jadi magang ditempat yang sudah sekolah dan gue setujui. Karena jarak tempat magang gue dan kosan itu jauh banget. Alhasil gue magang ditempat yang sama dengan Bimo.
Tentunya tempat magang kami ini berbeda genre, beda banget. Perasaan dilema gue pun mulai bergejolak. Ah.. susah untuk dijelasin, men. Rasanya pengin cepat pulang. Gue nggak mau akhirnya ngecewain sekolah dan keluarga, apalagi sahabat gue, Bimo. Tapi mau gimana lagi, gue punya beban waktu itu. Hingga tidak genap sebulan gue memutuskan untuk cabut dari sana, kembali ke kota gue Banjarmasin. Bimo pun juga balik karena dia gak mau sendirian disana. Banyak kisah yang sudah kita lalui disana berdua. Ini kenapa kesannya gue homo-an banget sama Bimo ya -_-.
Berhubung kisi-kisi lomba juga sudah ada di sekolah, gue akhirnya magang ditempat kursus salah satu guru animasi gue. Kisi kisi ada ditangan gue, gue bakar terus gue minum abunya. Gue memang cerdas.
Sebenarnya masih banyak lagi kelanjutan cerita nya. Gimana perjuangan gue mengikuti lomba tanpa pembimbing, dikarenakan pembimbing gue pendarahan pas lagi di bis. Dan kejadian-kejadian absurd gue bareng kontingen Kal-Sel saat di Jakarta. Cuman karena postingan ini niatnya untuk Review buku "Diary Anak Magang" ya udah segitu aja deh ceritanya.

"Mbah, udah belum bacanya ?" Gue melihat kearah mbah yang lagi gelantungan diatas plafon sambil cengengesan.
"Aku belum selesai bacanya, mas," Terdengar suara kecil dari mulut si Mbah, "mnmnmnnnbbbnsdasdjasnmsdsbdajsj"
"Ini anak baca buku apa baca mantra," Gue akhirnya membegal si Mbah, dan merebut bukunya.








